Algoritma Nonpreemptive First
In First Out (FIFO) merupakan :
- Penjadwalan
tidak berprioritas. FIFO adalah penjadwalan paling sederhana, yaitu :
- Proses-proses
diberi jatah waktu pemroses berdasarkan waktu kedatangan.
- Pada saat
proses mendapat jatah waktu pemroses, proses dijalankan sampai selesai. FIFO jarang
digunakan secara mandiri, tetapi dikombinasikan dengan skema lain, misalnya : Keputusan
berdasarkan prioritas proses. Untuk proses-pross berprioritas sama diputuskan
berdasarkan FIFO.
Penjadwalan ini
:
a.
Baik
untuk sistem batch yang sangat jarang berinteraksi dengan pemakai.
Contoh :
aplikasi analisis numerik, maupun pembuatan tabel.
b. Sangat tidak
baik (tidak berguna) untuk sistem interaktif, karena tidak memberi waktu
tanggap yang baik.
c. Tidak dapat
digunakan untuk sistem waktu nyata (real-time applications).
Klasifikasi lain berdasarkan adanya prioritas di
proses-proses yaitu :
- Algoritma
penjadwalan tanpa berprioritas.
- Algoritma
penjadwalan berprioritas yang terdiri dari :
- Algoritma penjadwalan berprioritas statik.
- Algoritma penjadwalan berprioritas dinamis.
Prioritas
statis
Proiritas
statis berarti prioritas tak berubah. Keunggulan
:
•
Mudah diimplementasikan.
•
Mempunyai overhead reltif kecil
Kelemahan
:
•
Penjadwalan prioritas statis tidak tanggap perubahan lingkungan yang mungkin
menghendakipenyesuaian proiritas.
Prioritas Dinamis
Prioritas
dinamis merupakan mekanisme menanggapi perubahan lingkungan system sasat beroperasi
dilingkungan nyata. Prioritas awal yang di berikan ke proses mungkin
hanya berumur pendek, dalam hal ini system dapat menyesuaikan nilai prioritasinya
kenilai yang lebuh tepat sesuai lingkungan.
Kelemahan
Implementasi mekanisme pioritas dinamis lebih kompleks dan mempunyai overhead yang lebih besar dibanding mekanisme prioritas static.
Implementasi mekanisme pioritas dinamis lebih kompleks dan mempunyai overhead yang lebih besar dibanding mekanisme prioritas static.
Keunggulan
Waktu tanggap system yang bagus. Overhead ini diimbangi dangan peningkatan daya tanggap system.
Waktu tanggap system yang bagus. Overhead ini diimbangi dangan peningkatan daya tanggap system.
Multilevel Queue Scheduling
Algoritma ini membagi beberapa antrian yang akan diberi
prioritas berdasarkan tingkatan. Tingkatan lebih tinggi menjadi prioritas utama
Seperti yang terlihat pada gambar 5.5.
Gambar 5.5
Multi level queue
Ready queue
dibagi menjadi queue yang terpisah yaitu foreground (interaktif)
dan background (batch). Setiap queue mempunyai
algoritmanya masing - masing. Foreground queue memakai algoritma
penjadwalan round robin sedangkan background queue memakai
algoritma penjadwalan FCFS.
Untuk melanjutkan ke materi Multilevel Feedback-Queue Scheduling silahkan kunjungi link ini http://titoprasetyo09.blogspot.com/
Untuk melanjutkan ke materi Multilevel Feedback-Queue Scheduling silahkan kunjungi link ini http://titoprasetyo09.blogspot.com/